Rabu, 09 Mei 2012

Tantangan dan Permasalahan Dalam Bisnis

Tantangan dan Permasalahan dalam Kewirausahaan

Tantangan dan permasalahan kewirausahaan merupakan suatu kenyataan yang harus dihadapi oleh seorang wirausahawan. Tantangan dapat bersifat teknologi, sosial, politik dan lingkungan. Pasar merupakan salah satu tantangan yang memerlukan perhatian yang cukup besar.
Upaya penanggulangan terhadap tantangan dapat dilakukan dengan memilih teknologi yang sesuai dengan perkembangan zaman, mencermati perkembangan sosial budaya masyarakat yang menjadi fokus pemasaran, mengikuti perkembangan politik baik di dalam negeri maupun di luar negeri terutama yang berdampak pada bisnis, dan berusaha memenuhi persyaratan lingkungan yang ditetapkan, seperti ISO 9000, ISO 14000 dan Eco Label.

A. JENIS-JENIS TANTANGAN BISNIS
Wirausahawan yang melakukan kegiatan bisnisnya pada saat ini dan dimasa yang akan datang akan dihadapkan pada tantangan-tantangan yang tidak ringan.
Wirausahawan harus secara cermat memperhatikan dan memahami jenis-jenis tantangan tersebut. Sebab apabila tantangan tersebut tidak diperhatikan dan dicermati akan berakibat terhambatnya usaha yang dilakukan bahkan apabila dibiarkan akan mengarah kepada kemunduran usaha yang dilakukannya.
Beberapa jenis tantangan, antara lain berupa tantangan teknologi, sosial, politik dan lingkungan.
Kotler (1997), menyatakan bahwa terdapat tantangan-tantangan pasar yang harus dicermati oleh wirausahawan, seperti berikut ini.
1.        Meningkatnya Penekanan pada Kualitas, Nilai, dan Kepuasan Pelanggan
Beragam motivasi membeli (kemudahan, status, gaya, keistimewaan, pelayanan dan lain-lain) sangat berperan kuat dalam kegiatan pemasaran produk. Para pelanggan sekarang memberikan bobot yang lebih besar pada kualitas dan nilai dalam membuat keputusan untuk membeli.

2.        Meningkatnya Penekanan pada Pembangunan Hubungan dan Pemeliharaan Pelanggan
Para pemasar sekarang berfokus pada menciptakan pelanggan seumur hidup. Terjadinya pergeseran pemikiran dari pendekatan transaksi ke pembangunan hubungan.

3.        Meningkatnya Penekanan pada Pengelolaan Proses Bisnis dan Pengintegrasian Fungsi-fungsi Bisnis
Perusahaan-perusahaan sekarang mengubah pemikiran mereka dari mengelola serangkaian departemen-departemen semi independen dengan kebijakan bisnis sendiri-sendiri menjadi satu kesatuan proses bisnis fundamental yang berfokus pada pelayanan dan kepuasan pelanggan.

4.        Meningkatnya Penekanan pada Pemikiran Global dan Perencanaan Lokal
Perusahaan-perusahaan semakin banyak yang mengembangkan pasarnya ke luar negeri dan ternyata menghasilkan keuntungan yang luar biasa. Perusahaan yang berhasil adalah yang menggunakan pola pikir "berpikir secara global bertindak secara lokal", seperti McDonald dengan salah satu produknya McRendang.

5.        Meningkatnya Penekanan pada Pembangunan Persekutuan dan Jaringan Strategis
Kemitraan yang kuat akan menciptakan keunggulan kompetitif dan komparatif sebagai akibat dari terjadinya efisiensi. Jaringan yang dijalin dapat dimulai dari pasokan bahan baku, proses produksi, sampai dengan pemasaran.

6.        Meningkatnya Penekanan pada Pemasaran Langsung dan On-Line
Revolusi informasi dan komunikasi akan mengubah sifat pembelian dan penjualan. Orang-orang di mana saja di dunia ini, dapat mengakses internet dan home page perusahaan untuk melihat penawaran dan pemesanan barangbarang. Melalui pelayanan on-line, mereka dapat memberikan dan menerima saran tentang produk dan jasa dengan bercakap-cakap dengan para pemakai lain, menentukan nilai terbaik, melakukan pemesanan, dan mendapatkan pengiriman barang keesokan harinya. Dengan pemasaran on-line ketergantungan produsen pada grosir dan pengecer akan semakin berkurang.

7.        Meningkatnya Pemasaran Jasa
Semakin berkembang perekonomian suatu negara biasanya akan semakin meningkat pula kebutuhan akan jasa. Dewasa ini di Indonesia kita melihat pertumbuhan usaha jasa yang semakin pesat, seperti jasa wiraniaga,  pengecer, pekerja terampil, dan pekerja ahli, seperti dokter, insinyur, akuntan, dan pengacara.


8.        Meningkatnya Penekanan pada Industri Berteknologi Tinggi
Walaupun untuk pendirian usaha berteknologi tinggi ini membutuhkan biaya yang sangat besar, tetapi akan menghasilkan biaya produksi yang efisien, dan berdaya saing tinggi (dalam hal mutu, harga, jumlah, dan waktu penyerahan).

9.        Meningkatnya Penekanan pada Perilaku Pemasaran Etis.
Perusahaan dalam menghasilkan dan menjual produknya tidak dapat seenaknya lagi, seperti pada masa lalu. Dewasa ini atribut produk tidak hanya mempersyaratkan kualitas produk yang sifatnya dapat dilihat saja (tangible)  tetapi juga kualitas produk yang tidak berwujud (intangible), seperti layanan,  kejujuran.

B. PERMASALAHAN-PERMASALAHAN BISNIS
Permasalahan bisnis muncul sebagai akibat dari adanya tantangan yang ada, seperti teknologi, sosial, politik, dan lingkungan.
1.    Teknologi
Daya saing perusahaan pada era globalisasi ini secara signifikan sangat ditentukan oleh kemauan dan kemampuan dalam menerapkan teknologi. Teknologi akan sangat menentukan keberhasilan perusahaan dalam menguasai pasar, menghasilkan laba, dan bertahan hidup. Teknologi yang ada sifatnya mudah usang (out of date) sebagai akibat dari inovasi yang semakin maju dan semakin cepat sehingga siapa pun pengusaha atau perusahaan yang tidak secara cepat mengimbangi perkembangan teknologi akan ditinggalkan pasar. Sebagai contoh produsen telepon seluler yang agak lambat mengeluarkan modelnya akan ditinggalkan oleh konsumen (Nokia merupakan pemimpin pasar dan yang lainnya, seperti Siemen, Motorola hanya sebagai pengikut pasar).

2.    Sosial dan Budaya
Masalah jumlah penduduk, tingkat pendapatan, tingkat pendidikan merupakan variabel-variabel yang secara langsung ataupun tidak langsung akan mempengaruhi keberhasilan usaha. Jumlah penduduk yang besar dilihat dari sisi pemasaran merupakan peluang yang sangat berarti apalagi apabila didukung dengan adanya peningkatan pendapatan. Namun, sebaliknya apabila jumlah penduduk tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan pendapatan dapat saja merupakan hambatan dalam kegiatan bisnis, seperti adanya penjarahan, gangguan terhadap produksi dan lain-lain. Adanya jumlah penduduk juga akan berakibat terhadap kemudahan di dalam memperoleh tenaga kerja. Peningkatan pendidikan dapat saja berpengaruh terhadap selera konsumen dan pada umumnya semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang semakin memperhatikan segi kualitas daripada segi harga. Budaya yang dianut oleh masyarakat akan dapat mempengaruhi keberhasilan usaha. Pada daerah yang memiliki budaya kerja keras pengusaha tidak akan menemui kesulitan di dalam merekrut tenaga-tenaga produktif dan memiliki kemampuan untuk menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi tidak demikian dengan masyarakat yang rendah etos kerjanya. Faktor budaya juga akan sangat berpengaruh terhadap daya beli terhadap produk, masyarakat yang berbudaya konsumtif merupakan peluang pasar yang menjanjikan dibandingkan dengan masyarakat yang tidak konsumtif. Dimensi sosial budaya ini hendaknya tidak dibatasi pada lingkup yang lebih sempit, tetapi dapat diarahkan pada lingkup yang lebih luas, terutama untuk aspek pemasaran (selain produsen lokal juga bertindak sebagai produsen global).

3.    Politik
Bagi wirausahawan, perkembangan politik pada suatu negara merupakan sesuatu yang tidak dapat diabaikan begitu saja. Kebijakan pemerintah tentang perbankan, perpajakan, perdagangan antardaerah atau antarnegara, arah pembangunan ekonomi, perjanjian antarnegara akan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan usaha.

4.    Lingkungan
Isu lingkungan merupakan suatu isu yang sudah mendunia karena lingkungan tempat kita hidup akan mengalami kerusakan bila tidak ada upaya-upaya yang arif dan bijaksana. Kita mengenal ada istilah membangun tanpa merusak, yang merupakan salah satu solusi agar kelestarian alam ini dapat terus terjaga. Walaupun demikian, tampaknya dengan berbagai upaya yang terus dilakukan kerusakan lingkungan, seperti pencemaran udara, air, kerusakan hutan, musnahnya keragaman hayati terus saja terjadi dan sepertinya tak dapat dielakkan.