Sabtu, 09 Juni 2012

Faktor-Faktor Penghambat Komunikasi


Komunikasi berasal dari bahasa latin, yaitu communis, dalam pengertian di sini tidak ada hubungannya dengan partai komunis pada kegiatan politik. Communis dalam komunikasi adalah sama, maksudnya adanya kesamaan makna mengenai sesuatu hal.

Komunikasi terjadi sebagai konsekuensi dari hubungan sosial masyarakat, baik komunikasi yang terjadi antara dua orang atau lebih. Karena terjadinya hubungan maka timbul interaksi di dalamnya. Komunikasi efektif akan membantu hubungan dan interaksi yang diinginkan.
Secara sederhana komunikasi dinyatakan efektif apabila orang yang menyampaikan pesan (komunikator) berhasil menyampaikan apa yang hendak disampaikannya.
 Dalam berkomunikasi mungkin kita menginginkan sebuah hasil atau lebih dari beberapa kemungkinan yang diperoleh, yaitu; pemahaman atas apa yang disampaikan, pengaruh sikap, hubungan yang semakin baik dan menimbulkan tindakan yang diinginkan.
Misalnya: komunikasi yang dilakukan di dalam keluarga; ketika orangtua menasehati dan meyakini anaknya untuk tidak melakukan kesalahan dan si anak melakukan tindakan yang sesuai dengan apa yang dikehendaki orang tuanya, dapat dikatakan komunikasi yang dilakukan orangtua sudah efektif.

Untuk menghasilkan komunikasi yang efektif tak jarang terjadi faktor-faktor yang menjadi penghambat jalannya komunikasi. Faktor-faktor tersebut, antara lain adalah sebagai berikut:

1. Hambatan Sosio-antro-psikologis
adalah hambatan yang terjadi dalam konteks situasional, dalam hal ini seorang komunikator (penyampai pesan) harus mampu memperhatikan situasi ketika komunikasi sedang dilangsungkan, sebab situasi akan sangat berpengaruh terhadap proses komunikasi terutama pada faktor: Sosiologis-antro-psikologis.

2. Hambatan Semantis
Hambatan sematis adalah hambatan yang terjadi di dalam diri komunikator, yaitu menyangkut bahasa yang digunakan sebagai alat penyampaian pesannya. Gangguan semantis bisa menyebabkan salah tafsir yang pada akhirnya akan mengakibatkan salah komunikasi.
Contohnya; seorang komunikan sedang menjelaskan cara masak dengan memaparkan resep, bumbu-bumbu yang harus disediakan dengan suara yang kecil dan artikulasi serta pemaparan yang kurang jelas, ia hanya menyebutkan bawang, sedangkan ada bawang merah dan putih.
Komunikan akan mengambil inisiatif sesuai dengan apa yang ia duga yang belum tentu sesuai dengan maksud komunikator. Dalam pidato-pidato kenegaraan khususnya, komunikasi semantis harus jelas dan tegas dengan memilih kalimat-kalimat yang mengandung persepsi yang jelas dengan susunan kalimat yang logis.

3. Hambatan Mekanis
Hambatan mekanis adalah hambatan yang banyak dijumpai pada media yang digunakan dalam berkomunikasi, misalkan pada telepon, televisi, dan radio yang sinyalnya terganggu dan lain sebagainya.

4. Hambatan Ekologis
Hambatan ekologis adalah hamatan yang disebabkan oleh lingkungan dimana proses komunikasi sedang dilangsungkan. Jadi hambatan tersebut datangnya karena lingkungan. Misalnya; ketika sedang asik mengobrol di sebuah cafĂ©, terdengar suara riuh kendaraan, ketika sedang berpidato terjadi hujan besar dan lain sebagainya.
Agar tidak terjadi gangguan ekologis seorang komunikator harus terlebih dahulu menyiapkan antisipasi atau memikirkan dengan matang di mana komunikasi akan dilaksanakan.