Selasa, 05 Juni 2012

Tugas Agama Kristen Protestan III

VERSI I 

1.       Penjelasan dengan menggunakan kata-kata sendiri tentang latar belakang munculnya istilah dan doktrin tri tunggal dalam sejarah gereja mula-mula.
Jawab :  Tuhan Allah yang disembah orang Kristen berbeda dengan agama lain, karena Tuhan yang kita sembah adalah Allah tritunggal yang muncul dari dasar kata Bapa, Anak, dan Roh kudus. Dlm Artian Allah adalah Pencipta Kehidupan, Allah mencintai yang diciptakannya itu, terutama Manusia. Karena cintanya Allah kepada manusia ia rela menjelma menjadi manusia, Menderita, Mati di kayu Salib, Dia yang  sebagai Yesus penyelamat, Kemudian ia juga Sebagai Roh Kudus, pembaharu jiwa, yang tinggal di hati kita orang yang percaya akan Allah.


2.       Penjelasan yang singkat dan sistematis tentang konsep yang salah mengenai Allah tri tunggal sejak masa sebelum sampai sesudah reformasi.
Jawab : Konsep yang salah Mengenai Allah Tritunggal sejak masa sebelum reformasi dan sesudahnya, dikatakan  agama merupakan ada  suatu oknum yang dipuji, dipuja, dan disembah oleh umatnya, sehingga banyak yang beranggapan bahwa agama itu Semuanya sama, namun cara menyembah dan meyakininya yang berbeda,


3.       Penjelasan yang singkat dengan menggunakan kata-kata sendiri mengenai konsep tri tunggal baik menurut Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru dan implikasi bagi dasar kepercayaan orang Kristen pada masa kini.
Jawab :
*KOnsep Tritunggal Menurut Perjanjian lama
 Ajaran Allah mengenai Tritunggal tidak ada tertulis di dalam perjanjian lama, namun ada bebrapa penafsiran oleh para ahli yang mengatakan bahwa ajaran tri tunggal itu ada, Misalnya : di Kej.1 : 26-27 mengenai penciptaan manusia, “baiknya Kita menjadikan manusia seturut dan segambar Rupa kita” allah tidak jelas berkomunikasi dengan siapa, apakah kepada malaikat atau kepada yang lain, disini adakecurigaan mengenai  konsep mengenai tritunggal itu,   kemudian dalam perjanjian lama sering ditulis kata Roh Allah, para ahli menafsir bahwa kata “Roh allah” dalam perjanjian lama menujnjukkan bahwa Allah tri tunggal
*KOnsep Tri tunggal menurut perjanjian  Baru
 Didalam perjanjian baru, lebih jelas dan banyak dibahas serta diakui bahwa Allah Tri tunggal itu benar-benar ada, misalnya ;
a.        Diperlihatkan dengan jelas mengenai Allah Bapa ada di dalam kitab (Matius 6 : 1, 4), Yesus Kristus (Matius :13, 15, 16), Roh Kudus ( Matius 3 : 11, 16)  Allah dalam perjanjian baru sudah menerangkan dengan jelas tentang dirinya, sehingga pembaca dapat memahami ketergantungan tritunggal tesebut.
b.       Yesus sendiri yang mengatakannya dengan jelas,
Dalam (Matius 28 : 18-20)  Jelas sekali Yesus mengatakan Tentang Allah tritunggal, Ayat Ini merupakan “amanat Agung”, pesan terakhir Yesus sebelum ia naik ke surga, Yesus Memerintahkan murud-muridnya untuk menjadikan semua bangsa menjadi muridnya dan kemudian membaptisa mereka dalam nama ALLAH BAPA, ALLAH ANAK, DAN ALLAH ROH KUDUS.
*Implikasi bagi ajaran Kristen
Alkitab Perjanjian lama dan Perjanjian baru , mksudnya Allah yang dipercayai orang Kristen adalah Allah tritunggal, yaitu Bapa,  anak, dan roh kudus yang satu didalam esensi/substansi/sifat dasar. Kemudian Allah itu hidup , ia memperkenalkan diri melaluyi tiga oknum oleh karena itu kita harus mempercayai dan menjadikannya sebagai dasar hidup dan dasar persekutuan kita sebagai orang yang percaya.


4.       Penjelasan singkat dengan menggunakan kata-kata sendiri mengenai eksistensi dan peran Bapa sebagai oknum pertama tri tunggal dan implikasinya dalam kepercayaan dan perilaku Kristiani.
Jawab : Peranan Allah BApa (oknum Pertama Tritunggal) : Allah adalah pencipta, Pengatur, dan pengendali kehidupan karena ia adalah maha dari segala maha yang berkuasa, maka kasi, penyayang, dan hadir, serta adil.  Allah berperan untuk memperkenalkan dirinya kepada manusia.  Didalam alkitab dijelaskan bahwa Allah berinisiatif memperkenalkan dirinya nya kepada manusia, seperti :
a.     Allah mencari manusia (kej. 3 :9)
b.     Allah Mengutus anak-Nya yang tunggal kedalam dunia (yoh. 3 :16)
c.     Allah Mengutus orang-orang percaya (murid0muridnya) keseluruh dunia ( yoh. 20 : 21)
Puncak Dari inisiatif Allah memperkenalkan dirinya  kepada manusia adalah melalui Yesus kristus, yang tertulis didalam Alkitab.

  
5.       Penjelasan singkat dengan menggunakan kata-kata sendiri mengenai eksistensi dan peran Anak sebagai oknum kedua tri tunggal dan implikasinya dalam kepercayaan dan perilaku Kristiani.
Jawab : Peranan Anak (Yesus Sebagai Oknum kedua Tritunggal), Eksistensi yesus sangat tampak di dalam perjanjian baru, Yesus dikatakan sebagai Allah sejatidan manusia sejati, karena di dalam dirinya seluruh keberadaan manusia ada,  menggenapi,  serta sebagai penyelamat manusia dari segala dosa. Yesus berperan menyelamatkan kita dari segala dosa, menolong kita dari segala pergumulan hidup, serta sebagai peganggan bagi kita untuk menjalani Hidup. Kemudian Didalam kitab yohanes  dikatakan “Akulah jalan kebenaran dan hidup, tak seorangpun yang dapat datang kepada Bapa kalau tidak melalui aku”  disini berarti peranan Yesus lebih berarti daripada peranan Allah Bapa, Yesus adalah peran Central bagi kita untuk meyakini hidup Kristen.


6.       Penjelasan singkat dengan menggunakan kata-kata sendiri mengenai konsep keselamatan holistik yang mencakup seluruh pengalaman hidup di dunia ini, kematian dan kehidupan sesudah kematian.
Jawab : Keselamatan orang Kristen  didapat hanya karena kita mau menerima serta mengakui Yesus sebagai TUhan dan juru selamat kita, hanya dari-Nya lah kita beroleh keselamatan. Hal ini digenapi di dalam kitab (yohanes 3 : 16).  


7.       Penjelasan singkat dengan menggunakan kata-kata sendiri mengenai eksistensi dan peran Roh Kudus sebagai oknum ketiga tri tunggal dan implikasinya dalam kepercayaan dan perilaku Kristiani.
Jawab : Peranan dan eksistensi Roh kudus (sebagai oknum tritunggal ):
a.     Roh kudus terlibat didalam proses penciptaan (kej. 1) yakni, ada kata “roh Allah Melayang-layang diatas permukaan angin” ini berarti Roh Allah itu ada.
b.    Roh Kudus terlibat dalam kelahiran Yesus Kristus, Maria mengandung anak yang dari roh kudus bukan dari persetubuhan maria dan Yusuf. Terbukti awalnya Yusuf menolak Maria untuk menjadi istrinya, namun melalui Mimpi Roh allah dating kepada Yusuf agar dia mau menerima Maria, dan ia pun mau menerima maria sebagai istrinya.
c.     Roh kudus terlibat dalam Gereja mula-mula dan bahkan sampai selamanya. Gereja dapat bertahan dan eksis, itu semua berkat Roh kudus yang bekerja di dalamnya, mulai dari proses pelayanan, penyembahan, serta pengabdian gereja, semuanya disertai oleh Roh kudus.
d.     Roh kudis terlibat dalam kehidupan orang percaya,   Terkadang kita merasakan kehadiran roh kudus saat kita berdoa, bersujut menyembah Tuhan, terasa ada getaran dalam jiwa, tandanya roh kita berkomunikasi dengan roh kudus. Di lain hal, tanpa kita sadari roh kudus bekerja untuk kehidupan kita, mempimpin segala aktivitas kita, dan mengingatkan kita tentang sesuati yang tidak sejalan dengan ajaran tuhan, Teguran Roh kudus dating melalui suara hati, Naluri, sertatanda-tanda  keadaan sekitar yang mendukung.


8.       Penjelasan singkat mengenai beberapa pemahaman yang salah mengenai Roh Kudus dan memberi penjelasan yang benar mengenai hal itu.
Jawab : Pemahaman yang salah mengenai Roh kudus
a.     Melalui sebuah benda, berupa patung, alat-alat, serta pohon-pohon besar , Roh dianggap sebagai dewa penyelamat, Disembah, Serta dipuja, yang mereka percayai sebagai dewa mereka yang berkuasa dan membrikan apa yang mereka minta
b.    Roh kudus Diajak berkomunikasi melalui bahasa khusus, baik melalui mantra, untuk berkomunikasi dengan roh tertentu dan memintakan sesuatu.
Pemahaman yang benar melalui Roh Roh kudus
Di dalam Alkitab ada berbagai macam nama yang diberikan kepada roh kudus. Antara lain :
a.        Nama  diberikan sesuai fungsinya, Roh kudus berfungsi memberikan penghiburan,  sebagai pembimbing orang percaya,
b.        Roh Kudus yang benar adalah Roh yang sesuai dengan ajaran Yesus dan tertulis di dalam alkitab.








VERSI 2


1. Penjelasan dengan menggunakan kata-kata sendiri tentang latar belakang munculnya istilah dan doktrin Tritunggal dalam sejarah gereja mula-mula.
2. Penjelasan yang singkat dan sistematis tentang konsep yang salah mengenai Allah Tritunggal sejak masa sebelum sampai sesudah Reformasi.
3. Penjelasan yang singkat dengan menggunakan kata-kata sendiri mengenai konsep Tritunggal baik menurut Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru dan implikasinya bagi dasar kepercayaan orang Kristen pada masa kini.
4. Penjelasan singkat dengan menggunakan kata-kata sendiri mengenai eksistensi dan peran Bapa sebagai Oknum I Tritunggal dan implikasinya dalam kepercayaan dan perilaku Kristiani.
5. Penjelasan singkat dengan menggunakan kata-kata sendiri mengenai eksistensi dan peran Anak sebagai Oknum II Tritunggal dan implikasinya dalam kepercayaan dan perilaku Kristiani.
6. Penjelasan singkat dengan menggunakan kata-kata sendiri mengenai konsep keselamatan Holistik yang mencakup seluruh pengalaman hidup didunia, kematian, dan kehidupan sesudah kematiaan.
7. Penjelasan singkat dengan menggunakan kata-kata sendiri mengenai eksistensi dan peran Roh Kudus sebagai Oknum III Tritunggal dan implikasinya dalam kepercayaan dan perilaku Kristiani.
8. Penjelasan singkat mengenai beberapa pemahaman yang salah mengenai Roh Kudus dan memberi penjelasan yang benar mengenai hal itu.


1. Latar belakang munculnya istilah dan doktrin Tritunggal dalam gereja mula-mula adalah dimulai ketika gereja lahir, tepatnya d Jerusalem, dengan konteks agama Yahudi yang mengutamakan doktrin Monotheisme yang mutlak(Allah adalah Esa) yang berpengaruh pada gereja orang Kristen mula-mula. Kemudian gereja Kristen mula-mula ini mengalami pertumbuhan yang mempunyai pokok pengakuan iman yang baru yaitu Yesus Kristus adalah Tuhan. Sebenarnya istilah Tritunggal berasal dari Tertulianus yang berdasarkan apa yang dikemukakan 1 Yohanes 5:7. Meskipun istilah ini tidak pernah dipergunakan dalam Alkitab secara harfiah , namun oleh karena Tertulianus masih ingin mempertahankan keesaan Allah, ia menempatkan Anak lebih rendah derajatnya. Barulah setelah pendapat tertulianus ini mengenai doktrin Tritunggal, pendapat-pendapat lain yang berbeda bermunculan.


2. Pada masa sebelum dan sesudah Reformasi terdapat banyak konsep-konsep yang salah mengenai Allah Tritungal. Contoh-contohnya pada sebelum Reformasi antara lain :
a. Tertulianus membedakan Oknum I dan Oknum II dalam derajat, artinya Anak lebih rendah derajatnya dari Bapa.
b. Origenes dalam perkataannya bahwa Anak lebih rendah dari Bapa dan Roh Kudus lebih rendah dari Anak dan Bapa karena Anak adalah ciptaan Bapa, dan Roh Kudus ciptaan Bapa dan Anak.
c. Arians yang dipengaruhi Origenes menyangkali keilahian Anak dan Roh Kudus.
d. Kaum Monarchis : keberadaan dan keilahian Anak hanyalah sekedar penjabaran dan cara penampilan yang berbeda dari Bapa
Dinamik Monarchis : Yesus Kristus adalah manusia semata dan Roh Kudus bukan Oknum atau pribadi tetapi hanya pengaruh atau semangat ilahi.
Modalistik Monbarchis : ketiga Oknum Allah adalah 3 mode manifestasi yang berbeda-beda dari Allah dan ada yang melalaikan kesatuan Allah.
Kesalahan-kesalahan mengenai pendapat atau konsep ini mendorong gereja(pada abad 4) untuk menemukan rumusan yang benar. Maka, dilakukan sidang gereja di Nicea dan Konstantinopel bahwa hanya ada satu Allah dan bahwa Anak dilahirkan(berasal) dari substansi Bapa, karena itu Anak sederajat dengan Bapa, dan Roh Kudus juga sederajat dengan Bapa dan Anak. Namun, kesalahpahaman tentang doktrin ini muncul kembali sesudah masa Reformasi, contohnya antara lain :
a. Golongan Arminians, yang demi menegaskan kesatuan Allah malah cenderung merendahkan Oknum II dan Oknum III.
b. Golongan Lutheran(Hegel dan Scheleimacher). Mereka mengikuti modalisme.
c. Karl Barth. Ia menerima adanya ketiga oknum. Allah Tritunggal dan tidak merendahkan oknum lain, tetapi penjelasannya belum mencakup segi keesaan dan ketigaan dari Allah Tritunggal.


3. Konsep Tritunggal dalam Perjanjian Lama kurang lengkap karena lebih menekankan pengajaran tentang keesaan Allah, meskipun begitu ada juga indikasi-indikasi tentang eksistensi Allah, biktinya :
a. Keberadaan Malaikat Tuhan yang bukan malaikat biasa karena Ia berfirman atas namaNya sendiri dan mau disembah(Kejadian 16:10, Yosua 5).
b. Roh Allah yang memberi ilham kepada manusia(Yohanes 11:5).
c. Diperlihatkan oknum yang lebih dari satu(Mazmur 33:6).
d. Disebutkan tentangf Allah yang berbicara, Mesias dan Roh Allah(Yesaya 48:6).
e. Ketiga oknum tersebut disebutkan(Yesaya 63:8-10).
Konsep Tritunggal dalam Perjanjian baru lebih jelas mengenai doktrin ini, buktinya :
a. Bapa bermakna Allah Tritunggal dan menunjuk pada Oknum I.
b. Anak yang berfungsi sebagai penebus dan Penyelamat umatNya, bukan Yahwe seperti dalam Perjanjian Lama.
c. Roh Kudus tinggal didalam hati orang Kristen atau gereja(Kisah Para Rasul 2:4)
d. Allah memberikan AnakNya kedalam dunia(Yohanes 3:16).
e. Bapa dan Anak mengirim Roh Kudus(Yohanes 14:26)
f. Matius 3:16-17 berbicara : anak dalam diri Yesus Kristus yang dibabtiskan, Bapa yang berbicara, Roh dalam wujud burung merpati.
Implikasi bagi dasar kepercayaan orang Kristen pada masa kini adalah keberadaan Allah secara kekal terdiri dari 3 oknum dan keberadaan Allah ada 1 hakekat dan tidak dapat dipisahkan/dibagi-bagi(Homo-Usios). Kuasa, kasih dan kebenaran tidak dapat dibagi secara sempurna pada tiga oknum tersebut.


4. Eksistensi dan peran Bapa sebagai Oknum I Tritunggal terlihat sejak Perjanjian lama. Nama Bapa dipakai untuk pemerintahan Allah Tritunggal yang Theokratis atas bangsa israel sebagai umatNya dan dipergunakan sebagai asal mula(Bapa) dari segala ciptaan juga dipergunakan bagi Oknum I Allah Tritunggal. Bapa berada pada urutan pertama sehingga disebut Oknum I karena dariNyalah lahir/berasal Sang Anak. Tapai Bapa tidak lebih kekal dan berkuasa daripada Anak dan Roh Kudus. Pembedaan sebagai Oknum I dan Anak dan Roh Kudus adalah dalam keberadaanNya sebagai asal dari Oknum II dan Oknum III dan dalam fungsinya pencipta dan pemelihara segala makhluk. Peran-peran Bapa lainnya antara lain Dia telah mengutus Anak untuk keselamatan manusia, Ia yang mengadili, membalas kebaikan dengan berkat/kejahatan dengan hukuman,dll.
Implikasi dalam kepercayaan dan perilaku Kristiani adalah bahwa :
a. Keberadaan Allah yang agung dan tak terbatas itu jauh diluar jangkauan kemampuan manusia untuk memahaminya dan harus dipahami dan diterima dengan mata iman.
b. Keberadaan Bapa sebagai pencipta dan pemelihara adalah bahwa Dialah sumber kehidupan dan keberadaan kita. Tidak saja hidup kita tergantung kepadaNya tetapi Dia juga berdaulat penuh atas hidup dan tujuan hidup kita. Kewajiban kita adalah memuliakn nama Dia lewat kehidupan kita.
c. Memanggil, memohon dan berharap kepadaNya sesuai dengan pengenalan yang benar tersebut. Kita berdoa agar Dia memelihara kita.


5. Eksistensi dan peran Anak sebagai Oknum II Tritunggal tidak hanya ada dalam/lewat pernyataan diriNya sebagai manusia uyang bernama Yesus. Disebut Anak bukan karena perananNya sebagai juruselamat bagi manusia tetapi karena dilahirkan/berasal secara kekaldan ada bersama-sama Allah, setara dengan Allah, bahkan Dia adalah Allah sendiri karena KeilahianNya yang melampaui manusia dan segala makhluk. Pembedaannya dengan Oknum yang laindilihat dalam kelahiranNya(asalNya) secara kekal dari Bapa dan asal yang kekal dari Roh Kudus dan fungsi sebagai Penyelamat dan Perantara manusia. Peran-peran Dia yang lainnya adalah Anak mengerjakan apa yang diperintahkan Bapa, satu-satunya jalan kepada Bapa dan Sang Penyelamat bagi manusia, dan akan datang kembali sebagai Hakim.

Implikasi dalam kepercayaan dan perilaku Kristiani adalah :
a. menjadikan keselamatan yang Allah berikan yng merupakan kasih karunia sebagai dasar bagi tanggapan moral yang harus kita berikan lewat ketaatan terhadap perintahNya seperti kesepuluh Hukum Taurat dan juga harus meyakini bahwa keselamatan dan jaln untuk menemui Bapa hanyalah dari dan lewat Dia saja.
b. Kepercayaan dan penyembahan(doa, pujian dan ucapan syukur) jangan hanya kepada Bapa saja tetapi juga kepada Anak.
c. Kepercayaan kepada Anak harus diikuti dengan kasih kepada Allah lewat kasih terhadap sesama(memiliki kedekatan) dan juga bertanggung jawab memelihara alam semesta.
d. Serta haruslah diikuti dengan pemahaman bahwa keselamatan itu adalah anugerah Allah dan bukanlah karya manusia, dan anugerah tersebut diterima lewat iman.


6. Konsep keselamatan yang bersifat Holistik yang diberikan oleh Anak yang mencakup seluruh pengalaman hidup didunia, kematian, dan kehidupan sesudah kematiaan maksudnya bukan hanya mencakup aspek batiniah seperti pengampunan dosa dan hidup yang kekal, tetapi juga menyangkut hal-hal jasmaniah seperti kelepasan dari penyakit dan ketertawanan/keselamatan dari permasalahan hidup dan kehidupan sehari-hari. Hidup kekal itu diterima bukan hanya kelak tetapi kini yaitu dalam bentuk kualitas hidup yang baru sebagai anak-anak Allah karena yang dituntut dari orang yang telah menerima keselamatan yaitu bersedia setia padaNya, berkorban, dibenci orang, menderita, kalau perlu mati demi keselamatan itu dan menolak pekerjaan Iblis. Kitab sucipun dapat memberi hikmat yang menuntun seseorang kepada keselamatan. Namun, itu diperoleh bukan karena ketaatan kita tetapi karena iman terhadap anugerah Allah lewat kurban Yesus Kristus di kayu salib.


7. Eksistensi dan peran Roh Kudus sebagai Oknum III Tritunggal tidak hanya ada setelah gereja Kristen berdiri dan bertumbuh karena sejak Perjanjian Lama Roh Allah sudah diperlihatkan bekerja pada penciptaan dan juga berperan dalam nubuatan(mengilhami nubuat yng disampaikan para nabi) bisa berbentuk penglihatan, mimpi/langsung firman Allah. Roh Allah memberi inspirasi dan kemampuan kepada seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan yang Allah kehendaki.
Peran Roh Kudus dalam Perjanjian Baru sebagai Pembaharu dan Penolong :
a. Roh Kudus memberi hidup baru dalam konteks kelahiran kembali yaitu merubah kesadaran seseorang dan membaharui keberadaannya dengan cara :
memberi panggilan, kepercayaan dan menobatkan juga menginsafkan akan dosa-dosa.
Dengan menyucikan, mendiami, melaksanakan kehendak Allah. Tidak lagi mengikut daging tetapi menghasilkan buah-buah roh, dimampukan untuk hidup kudus, bersaksi, berdoa seturut kehendak Allah.
Roh Kudus menghibur seseorang dikala duka, menguatkan diwaktu menghadapi penganiayaan, mengajari diwaktu ada kebimbangan, mengalami pertumbuhan rohani sebagai anak Allah, dll.
b. Roh Kudus memberi karunia khusus kepada setiap orang percaya. Memberi karunia supranatural, seperti berbahasa lidah, berbuat mukzijat, menyembuhkan orang sakit, bukan lewat proses belajar. Memberi karunia natural seperti mengajar, memberi, menghibur dan memimpin, diberikan lewat proses belajar.
c. Dia merubahkan dan mendiami serta bekerja membaharui setiap orang percaya sampai puncaknyayaitu saat kedatangan tuhan Yesus kedua kalinya.
Implikasi praktisnya :
a. Kepercayaan dan penyembahan jangan hanya kepada Bapa dan Anak saja tetapi juga kepada Roh Kudus.
b. Kepercayaan kepada kuasa Allah atas manusia yng tak dapat dibatasi oleh apapun. Kuasa itu dapat bekerja untuk membaharui seseorang bukan hanya dalam kepercayaan dan sikap hidup tetapi juga tingkah lakunya.
c. Roh Kudus kita jadikan dasar pengharapan bagi orang percaya bahwa Dia akan membaharui segala sesuatu sehingga terbentuk langit dan bumi yang baru. Pengharapan ini tidak boleh diresponi secara pasif, tetapi dengan aktif yaitu dengan partisipasi dalam pembenahan tatanan sosial-politik-ekonomi pada masa kini.


8. Pemahaman-pemahaman yang salah mengenai Roh Kudus :
a. Origenes dan golongan Arminians menagtakan bahwa Roh Allah lebih rendah dari Anak dan Bapa.
b. Arians menyebutkan bahwa Roh Kudus adalah ciptaan allah sebagaimana Anak adalah ciptaan bapa.
c. Golongan Marchianisme yang dinamis menegaskan bahwa Roh Kudus bukanlah Oknum tetapi pengaruh/kuasa ilahi semata.
Pemahaman-pemahaman yang salah ini diberikan penjelasan yang benar melalui Konsili Konstantinopel yang menegaskan Keilahian Roh Kudus. Dia sederajat dengan Anak dan Bapa karena Dia dilahirkan/berasal secara kekal dari Bapa dan Anak.